• Home
  • /
  • BNN KABUPATEN TUBAN SAMBANGI SMP ISLAM SUNAN BEJAGUNG

BNN KABUPATEN TUBAN SAMBANGI SMP ISLAM SUNAN BEJAGUNG

Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Tuban terus memerangi narkoba. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi / penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar. Kali ini yang didatangi adalah SMP Islam Sunan Bejagung, yang beralamat di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Bapak Diyono dan Ibu Wahyu dari BNN Kabupaten Tuban memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada kurang lebih 80 siswa putra SMP Islam Sunan Bejagung. Beliau berharap dapat menanamkan pola pikir anti pada barang haram tersebut, dapat mengubah pola pikir para generasi muda khususnya siswa SMP Islam Sunan Bejagung agar dapat memfokuskan diri pada kegiatan yang lebih bermanfaat. Itu agar para siswa dapat menjauhkan diri dari hal yang merugikan salah satunya narkoba.

Penyelundupan narkoba memang sulit diberantas 100%, akan tetapi pihak kepolisian menggandeng beberapa instansi dan khalayak masyarakat indonesia sudah sangat efektif menghadang sebagian besar masuknya barang haram itu. Negara Indonesia sendiri memiliki 17.500 pulau yang tersebar di seluruh nusantara. Sehingga banyak celah masuk yang dimanfaatkan para Bandar Internasional untuk menyelundupkan pil setan tersebut. Terbukti beberapa Bandar besar yang membawa berkilo-kilo zat psikotropika tersebut dapat digulung oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia. Nah berdasarkan fakta tersebut, disamping gencarnya operasi-operasi penangkal penyelundupan obat dari luar, juga harus dibarengi tindakan preventif untuk mencegah meluasnya pemakai narkoba di Indonesia, terutama pada para pemuda seperti ini. Hal ini dijelaskan oleh beliau-beliau dalam ceramah sosialisanya kepada para siswa SMP Islam Sunan Bejagung.

Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda Indonesia dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda adalah generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa. Jika para generasi muda tersebut sudah “dimatikan”, semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, maka pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sebenarnya bahaya narkoba dan anak turunnya bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya remaja, tapi juga dapat menjangkiti orang dewasa dengan berbagai latar belakang. Akan tetapi akan lebih berbahaya jika “penyakit masyarakat” ini menjangkiti generasi-generasi emas kita tentunya.

Bahaya penyalahgunaan narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial:

Diantara Bahaya narkoba terhadap fisik

Gangguan pada system syaraf (neurologis), Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), Gangguan pada kulit (dermatologis), Gangguan pada paru-paru (pulmoner), Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia, Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.

Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid). Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV, Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

Bahaya narkoba terhadap psikologi

Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah, Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

Bahaya narkoba terhadap lingkungan sosial

Gangguan mental , Anti-sosial dan asusila, Dikucilkan oleh lingkungan, Merepotkan dan menjadi beban keluarga, Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.

Maka dari itu, Jauhi Narkoba mari kita wujudkan Generasi Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas.

CC/CE.AD

Leave Your Comment Here